24 Jun 2026, Rab

SMK Negeri 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat kembali mengirimkan 20 siswa konsentrasi keahlian Kriya Kayu dan Rotan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BBPPMPV Seni dan Budaya, Yogyakarta pada tahun 2025 ini. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini merupakan inisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi seni ukir, pahat, dan anyaman khas Asmat.

Adelvia Pongsibidang, guru pendamping, menuturkan bahwa program ini berangkat dari kepedulian pemerintah daerah untuk melestarikan budaya Asmat. “Sekolah kami satu-satunya SMK di Asmat. Harapannya, anak-anak bisa semakin terampil dan termotivasi melanjutkan kuliah di jurusan kriya kayu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan guru pendamping lainnya, Kondrada Tanggurop, yang berharap lulusan SMK dapat memilih jurusan kuliah yang linear agar keahlian mereka semakin terarah dan bisa kembali untuk membesarkan budaya Asmat.

Selama mengikuti kegiatan PKL di BBPPMPV Seni dan Budaya, para siswa tidak hanya diajak berkarya, tetapi juga dilatih merancang konsep sebelum membuat produk. Mereka belajar mengoperasikan mesin Computer Numerical Control (CNC) yang jarang dimanfaatkan di sekolah. Awalnya sulit, namun berkat bimbingan pengajar dan teknisi, para siswa bisa beradaptasi hingga menghasilkan produk fungsional seperti lampu hias, panel ukir, hingga meja kayu bermotif. “Apa yang didapatkan anak-anak di sini jauh melebihi ekspektasi kami,” ujar Adel.

Selain itu, siswa juga diberi kesempatan membatik, magang di CV. Crocodile Art, hingga studi tiru ke beberapa SMK dan industri. Seluruh karya hasil pembelajaran akan dibawa pulang untuk dipamerkan di galeri sekolah. Bagi guru pendamping, pengalaman ini bukan hanya untuk siswa. “Kami pun belajar bersama anak-anak, ikut merasakan atmosfer dunia industri, dan mendapat banyak wawasan baru,” tambah Kondrada.

Inisiatif Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat tidak berhenti di seni kriya. Mereka juga bekerja sama dengan BPPMPV Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTK) untuk program magang siswa jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan. Upaya ini patut ditiru daerah lain karena menunjukkan bagaimana potensi lokal bisa berkembang melalui pendidikan vokasi. Dampaknya nyata: keterbatasan guru atau peralatan tidak lagi menjadi hambatan untuk belajar dan menambah wawasan, sebab siswa kini mampu mengoperasikan teknologi yang dapat menunjang keterampilan mereka sekaligus mendapatkan berbagai wawasan baru, termasuk pengalaman nyata bekerja di dunia industri.

Ke depan, keberlanjutan keahlian menjadi harapan besar. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat melalui Ibu Kondrada menegaskan, “Apa yang sudah dipelajari di SMK itu bisa memiliki keberlanjutan di masa depan. Karena di sana sebenarnya potensi budayanya besar sekali.”

Dengan dukungan berkelanjutan, lulusan diharapkan dapat melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja di dunia industri sesuai bidangnya. Lebih jauh lagi, mereka bisa kembali ke tanah Asmat untuk menjaga, mengembangkan, dan mengangkat potensi budaya daerah agar tidak hanya lestari, tetapi juga memberi masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. (Rifat/Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *