12 Jun 2026, Jum

Tuntaskan Blended-Magang Gelombang 1, Guru Siap Transfer Ilmu ke Peserta Didik di Sekolah

Rangkaian kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Tahun 2026 Pola Blended–Magang Gelombang 1 resmi berakhir pada Rabu (30/04/2026). Kegiatan penutupan diselenggarakan di Auditorium Saraswati, BBPPMPV Seni dan Budaya, dan diikuti oleh 165 guru SMK dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan. Program ini menjadi momentum penting bagi para guru vokasi untuk kembali ke satuan pendidikan masing-masing dengan membawa bekal kompetensi baru, pengalaman industri, serta karya nyata yang siap diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK), Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas komitmen peserta selama mengikuti pelatihan. “Kepada Bapak/Ibu peserta, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum proses pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Metode yang digunakan mencakup ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik, magang industri, hingga uji kompetensi. Seluruh peserta juga telah melaksanakan magang sesuai bidang keahlian masing-masing serta mengikuti uji kompetensi berdasarkan skema yang relevan dengan konsentrasi keahlian.

Lebih lanjut, Sigit Purnomo menegaskan bahwa kegiatan ini menghasilkan berbagai capaian penting. “Terjadi peningkatan kemampuan profesional guru sesuai kompetensi keahlian, meningkatnya wawasan serta budaya kerja industri, dan para peserta juga memperoleh sertifikat kompetensi baik dari LSP P2 BBPPMPV Seni dan Budaya maupun dari dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, peserta juga berhasil menghasilkan produk atau karya sesuai bidang masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dampak kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan secara luas. Peningkatan kualitas pembelajaran di SMK bidang seni dan industri kreatif, kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta terbentuknya jejaring antar guru menjadi bagian dari hasil yang ingin dicapai. “Kami berharap para guru dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini di sekolah, berbagi praktik baik, serta terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan rangkaian pembelajaran yang dirancang secara komprehensif. “Program ini telah dilaksanakan sejak 1 hingga 29 April 2026 melalui pendekatan blended learning, yang mengombinasikan pembelajaran daring, tatap muka di balai, serta magang industri. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pengembangan kompetensi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa gelar karya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memiliki makna strategis. “Gelar karya bukan sekadar pameran hasil pelatihan, tetapi juga menjadi wahana validasi kompetensi, ruang apresiasi kreativitas, media refleksi pembelajaran, serta sarana diseminasi inovasi pembelajaran vokasi. Ini menunjukkan bahwa proses pelatihan menghasilkan luaran yang nyata, terukur, dan aplikatif,” jelasnya.

Menurutnya, karya yang dihasilkan peserta mencerminkan peningkatan kompetensi secara utuh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional. “Inilah esensi pendidikan vokasi, yaitu menghasilkan insan yang kompeten, kreatif, inovatif, dan produktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Masrukhan Budiyanto memberikan pesan penting kepada para peserta agar mampu mengoptimalkan peran mereka sebagai pendidik. “Kami berharap Bapak/Ibu dapat menjadikan pengalaman selama pelatihan dan magang sebagai modal untuk melakukan transformasi di sekolah. Implementasikan pengetahuan, keterampilan, serta budaya kerja industri dalam pembelajaran, dan tularkan praktik baik kepada rekan sejawat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa peran guru sangat krusial dalam menyiapkan masa depan peserta didik. “Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membimbing siswa agar memiliki kompetensi yang benar-benar dapat mereka gunakan di masa depan, sehingga mampu menjamin keberlanjutan hidup yang layak. Di sinilah peran strategis guru vokasi menjadi sangat penting,” tambahnya.

Salah satu peserta, Fransiska Tirsana Peea, A.Md., S.Sn., yang mengikuti program pada konsentrasi keahlian Seni Tari, turut membagikan kesan dan pesannya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mengikuti diklat ini. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya peroleh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah. “Saya siap mentransfer ilmu yang saya dapatkan kepada peserta didik di sekolah, agar mereka juga bisa berkembang dan menghasilkan karya yang lebih baik,” lanjutnya. Selain itu, ia berharap dapat kembali mengikuti program serupa di masa mendatang. “Semoga ke depan saya bisa kembali mengikuti diklat di BBPPMPV Seni dan Budaya untuk terus meningkatkan kompetensi saya sebagai guru vokasi,” tambahnya.

Dengan berakhirnya program ini, diharapkan para guru peserta mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis industri, dan berorientasi pada hasil nyata. Bekal kompetensi dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan SMK, khususnya di bidang seni dan industri kreatif. (Nan)

By Vesca

One thought on “Tuntaskan Blended-Magang Gelombang 1, Guru Siap Transfer Ilmu ke Peserta Didik di Sekolah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *