Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya resmi menutup rangkaian kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 3 Tahun 2025 pada Selasa (30/09/2025) bertempat di Auditorium Saraswati, BBPPMPV Seni dan Budaya. Upskilling dan Reskilling gelombang 3 ini telah berlangsung sejak 6 September 2025 dengan melibatkan 111 guru vokasi dari berbagai konsentrasi keahlian.
Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh peserta. “Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan guru vokasi memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Guru yang kompeten akan melahirkan lulusan SMK yang berdaya saing, dan ini menjadi kontribusi nyata bagi pendidikan vokasi di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai penyelenggara, BBPPMPV Seni dan Budaya memfasilitasi kegiatan dengan metode komprehensif, mulai dari ceramah, diskusi, praktik, hingga magang industri dan uji kompetensi. Sebanyak 8 dunia usaha dan dunia industri (DUDI) turut menjadi mitra, antara lain Jogja TV, Catlight Pictures, PT. Aseli Dagadu Djokdja, HS Silver Kotagede, hingga CV. Crocodile Art.
Sebelum penutupan secara resmi, dipersembahkan Gelar Karya yang menampilkan hasil nyata dari para guru peserta. Karya yang dipamerkan mencakup produk kriya kayu kombinasi mesin CNC, perhiasan dengan teknik lost resin, kerajinan keramik, sepatu kulit, desain komunikasi visual, animasi, hingga produksi film fiksi.
Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK), Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini memberikan dampak signifikan. “Kami melihat ada peningkatan kepercayaan diri dan motivasi guru dalam mendampingi siswa menghasilkan karya yang sesuai standar industri. Ke depan, kami berharap hasil pelatihan ini bisa benar-benar diimplementasikan di sekolah agar pembelajaran produktif semakin berkualitas,” ungkapnya.
Selain karya, para peserta juga mendapatkan sertifikat kompetensi dari LSP P2 BBPPMPV Seni dan Budaya maupun dari mitra industri. Sertifikasi ini menjadi pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki guru, sekaligus meningkatkan kredibilitas mereka dalam mengajar dan mendampingi siswa di sekolah masing-masing. Beberapa peserta bahkan menyampaikan masukan agar porsi praktik di industri diperbanyak, mengingat pengalaman langsung menjadi bekal paling berharga.
Program ini diakui mampu memberikan dampak nyata, antara lain peningkatan kualitas pembelajaran di SMK seni dan industri kreatif, lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, serta terbentuknya jejaring guru vokasi lintas daerah. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi jangka panjang. Guru yang terampil akan melahirkan siswa yang terampil, dan pada akhirnya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi Indonesia,” tambah Masrukhan Budiyanto.
Dengan berakhirnya gelombang 3 tahun 2025 ini, BBPPMPV Seni dan Budaya menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan program peningkatan kompetensi guru vokasi. Saat ini, pendaftaran untuk Upskilling dan Reskilling Gelombang 4 tengah berlangsung. Setelah melalui tahap seleksi, peserta akan mulai mengikuti kegiatan Upskilling dan Reskilling Gelombang 4 pada 11 Oktober hingga 8 November 2025. (Nan)

