Sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan program yang strategis dan akuntabel, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV Seni dan Budaya) menggelar Workshop Rencana Program dan Anggaran Tahun 2026 pada 26–28 Januari 2026 di Atria Hotel, Magelang. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai BBPPMPV Seni dan Budaya yang berjumlah 55 orang, yang meliputi unsur pimpinan, tim kerja, Widyaiswara, dan Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP).
Sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BBPPMPV Seni dan Budaya memiliki peran penting dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan vokasi bidang seni dan budaya, sehingga perencanaan yang matang menjadi kunci dalam memastikan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga.
Penyusunan Rencana Program dan Anggaran Tahun 2026 dilakukan dengan memperhatikan evaluasi kinerja tahun sebelumnya, dinamika kebutuhan satuan pendidikan vokasi, serta perkembangan kebijakan dan regulasi yang berlaku. Melalui workshop ini, seluruh unsur yang terlibat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam menyamakan persepsi, mengharmonisasikan usulan program dan kegiatan, serta menyusun prioritas anggaran yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan vokasi seni dan budaya.
Selama kegiatan berlangsung, disampaikan arah kebijakan Program Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Tahun 2026, peraturan perundangan terkait Standar Biaya Masukan Tahun 2026, mekanisme dan aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta mekanisme pelaksanaan program dan anggaran. Selain itu, disampaikan pula hasil evaluasi program dan kegiatan tahun 2025 sebagai bahan refleksi dan pijakan dalam perencanaan tahun berikutnya.

Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV Seni dan Budaya, Wanto, S.T., M.Eng., dalam salah satu sesi menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keselarasan perencanaan program dengan kebijakan nasional dan kebutuhan para pemangku kepentingan.
“Workshop Rencana Program dan Anggaran Tahun 2026 merupakan langkah strategis dalam memastikan perencanaan program BBPPMPV Seni dan Budaya berjalan selaras dengan kebijakan nasional, kebutuhan pemangku kepentingan, serta prinsip akuntabilitas kinerja,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini adalah penyempurnaan usulan program dan kegiatan oleh masing-masing tim kerja serta penyusunan dan finalisasi dokumen Rencana Program dan Anggaran Tahun 2026 sesuai hasil workshop.
Dalam workshop ini, masing-masing tim kerja memaparkan dan membahas rencana program tahun 2026. Tim Kerja Sistem Informasi, Pengembangan, dan Kemitraan (SIPK) merancang sejumlah program strategis, antara lain pengembangan dan pembuatan paket pelatihan MOOC bidang Seni dan Budaya, sosialisasi dan penguatan link and match satuan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, peningkatan kompetensi pegawai internal di bidang keamanan siber, pelatihan jaringan internet, pengelolaan Open Journal System Sendikraf, serta pengembangan dan uji coba Media Pembelajaran Interaktif (MPI) untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah.
Sementara itu, Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK) merencanakan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi yang menjangkau sasaran luas. Program-program tersebut mencakup peningkatan kompetensi pada sub tim kerja kurikulum dan media pembelajaran dengan sasaran 349 orang, peningkatan kompetensi manajerial kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru umum dengan sasaran 228 orang, serta peningkatan kompetensi guru kejuruan dengan sasaran mencapai 1.373 orang.
Adapun Tim Kerja Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) merumuskan sekitar 12 rencana kerja pada tahun 2026. Program tersebut meliputi sosialisasi penjaminan mutu pendidikan, pembinaan kepada kepala dinas dan sekolah, Training of Trainers (ToT) penjaminan mutu pendidikan melalui digitalisasi konten pembelajaran dan program revitalisasi sekolah, pendampingan dan pelatihan penjaminan mutu pendidikan, koordinasi dengan pemerintah daerah, pemanfaatan Rumah Pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran, pendampingan konten digital, rapat koordinasi evaluasi dan penyusunan laporan pendampingan perencanaan berbasis data, hingga monitoring dan evaluasi Asesmen Nasional serta Tes Kemampuan Akademik.

Sebagai tindak lanjut dari Workshop Rencana Program dan Anggaran Tahun 2026, BBPPMPV Seni dan Budaya meneguhkan komitmen untuk melaksanakan seluruh agenda program dan kegiatan secara konsisten dan bertanggung jawab. Dokumen perencanaan yang dihasilkan menjadi acuan utama dalam memastikan setiap program berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan nasional pendidikan vokasi. Pelaksanaan program dan penggunaan anggaran akan diupayakan tepat sasaran, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan satuan pendidikan vokasi seni dan budaya. Melalui implementasi yang optimal dan kolaboratif, BBPPMPV Seni dan Budaya berkomitmen menghadirkan manfaat serta dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi seni dan budaya secara berkelanjutan. (Nan)

