Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya bersama stake holder yakni Dinas Pendidikan dan para Pengawas di Wilayah DI Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Bali akan melaksanakan penjaminan mutu pendidikan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) diantaranya melalui Penelusuran Lulusan (Tracer Study) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, diselenggarakan kegiatan Penguatan Penjaminan Mutu Melalui Tracer Study dan Tes Kemampuan Akademik pada Minggu s.d. Selasa (7-9/09/25) di Ruang Drupadi, BBPPMPV Seni dan Budaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh 49 Pengawas Sekolah di Provinsi DIY, Jawa Tengah, dan Bali serta 61 pegawai internal BBPPMPV Seni dan Budaya yang meliputi Widyaiswara, Pengembang Teknologi Pendidikan (PTP), dan pegawai pelaksana.
Tujuan dari kegiatan penguatan tersebut yaitu memberikan penguatan materi Tracer Study untuk menelusur lulusan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah, memberikan penguatan mengenai TKA sebagai syarat lulusan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang di atasnya, menyamakan persepsi tentang pelaksanaan TKA, menyusun best practice optimalisasi Tracer Study, dan membuat peta tingkat keberhasilan SMK dalam melaksanakan Tracer Study.
Sito Mardowo, S.Sn., M.Pd., Ketua Tim Kerja Penjaminan Mutu Pendidikan sebagai penanggung jawab kegiatan menyampaikan, “Setelah kegiatan penguatan ini selesai kita laksanakan, langkah selanjutnya yaitu akan dilakukan pendampingan ke sekolah di Wilayah DIY, Jateng, dan Bali.”
“Untuk pendampingan, kita akan menggunakan 2 strategi. Pertama, pendampingan ke sekolah akan dilaksanakan bersinergi antara Balai dengan Pengawas Sekolah sesuai dengan wilayah masing-masing. Sinergi pendampingan antara Balai dan pengawas ini tidak dapat dilaksanakan ke seluruh kabupaten dan kota yang jumlahnya 49 namun akan ditentukan di kemudian hari menyesuaikan penganggaran yang tersedia untuk penjaminan mutu ini. Berkaitan hal tersebut maka akan dilaksanakan juga strategi yang kedua, yaitu himbauan kepada bapak/ibu Pengawas untuk berkenan melakukan pendampingan ke sekolah binaan masing-masing secara mandiri sesuai dengan tugas dan fungsi Pengawas Sekolah,” jelasnya lebih lanjut. Dengan terselenggaranya kegiatan Penjaminan Mutu Melalui Tracer Study dan TKA,
Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya mengungkapkan, “Saya berharap dengan adanya kegiatan penjaminan mutu di sekolah, sekolah memiliki strategi untuk meningkatkan partisipasi dalam Tracer Study, sekolah memiliki persepsi yang sama dalam melaksanakan TKA, dan sekolah mengetahui nilai capaian akademik peserta didiknya.” (Nan)

