17 Feb 2026, Sel

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, BBPPMPV Seni dan Budaya Latih 34 Guru SMK DIY–Jateng

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidik vokasi melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Umum Bidang Seni dan Budaya. Kegiatan ini berlangsung pada 23–28 November 2025 di BBPPMPV Seni dan Budaya dan diikuti oleh 34 guru SMK dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menuntut pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi sesuai perkembangan teknologi, karakter peserta didik, serta dinamika dunia kerja. Bagi guru SMK, kebutuhan tersebut semakin mengemuka seiring tuntutan pembelajaran vokasi yang harus selaras dengan perkembangan industri kreatif serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pada Minggu (23/11/2025), Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam memperkuat mutu pembelajaran di sekolah.


“Guru SMK harus mampu mengikuti perubahan zaman, memahami kebutuhan peserta didik, dan menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan industri. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru agar mereka dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, kreatif, dan berorientasi pada dunia kerja,” ujarnya.

Selama enam hari, peserta mendapatkan rangkaian materi intensif, meliputi penguatan pola pikir bertumbuh, prinsip Pembelajaran Mendalam, analisis modul ajar dan video pembelajaran, pemanfaatan teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial, serta penyusunan asesmen autentik. Peserta juga melaksanakan studi tiru ke sekolah rujukan dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman implementasi hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Penerapan prinsip Pembelajaran Mendalam diyakini dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Selain itu, peningkatan kompetensi guru diharapkan membawa dampak positif bagi ekosistem pendidikan vokasi melalui pembelajaran yang adaptif, relevan, dan selaras dengan kebutuhan industri.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, BBPPMPV Seni dan Budaya semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga penggerak peningkatan mutu pendidik vokasi serta mendukung terwujudnya pendidikan yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ADEL/AR)

By Arepa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *