Sleman— Dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis serta pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya menyelenggarakan Workshop Pra Rencana Operasional Tahun 2026 pada 13 s.d 15 Januari 2026 bertempat di Ruang Sidang Kresna BBPPMPV Seni dan Budaya.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, mengidentifikasi kebutuhan program, serta menyusun rencana kegiatan dan anggaran secara sistematis, terukur, partisipatif, dan terintegrasi. Perencanaan operasional yang matang diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap program dan kegiatan tahun 2026 berjalan efektif, efisien, serta akuntabel.
Workshop Pra Rencana Operasional Tahun 2026 bertujuan untuk melakukan telaah terhadap program dan anggaran tahun 2026, menyiapkan draf rencana program kerja, serta menyusun rencana jadwal kegiatan lembaga. Melalui proses ini, seluruh unit kerja dilibatkan secara aktif agar perencanaan yang dihasilkan realistis dan berorientasi pada pencapaian kinerja BBPPMPV Seni dan Budaya.
Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M. dalam arahannya menegaskan pentingnya keselarasan antara kebijakan, program, dan pengelolaan anggaran.
“Perencanaan operasional bukan sekadar menyusun daftar kegiatan, tetapi memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar berdampak, mendukung kebijakan pendidikan vokasi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara kinerja dan anggaran,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan workshop diawali dengan pemaparan Kebijakan Program BBPPMPV Seni dan Budaya Tahun 2026 yang memberikan arahan strategis pelaksanaan program oleh Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M.. Selanjutnya disampaikan Informasi Program dan Anggaran Tahun 2026 oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Dr. Wanto, S.T, M.Eng.yang memuat gambaran alokasi DIPA serta pengelolaan anggaran guna mendukung pelaksanaan kegiatan secara efektif dan akuntabel. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme penyusunan dokumen Pra Rencana Operasional oleh Ambar Wahyu Astuti, S.H., M.Pd., termasuk alur dan kerangka penyusunannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kerja kelompok di masing-masing tim kerja untuk merumuskan usulan program dan kegiatan. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan dibahas bersama sebagai bagian dari proses penyempurnaan rencana operasional lembaga.
Adapun hasil yang diharapkan dari workshop ini adalah tersusunnya rumusan Rencana Operasional program dan anggaran tahun 2026, draf rencana program kerja tahun 2026, serta rencana jadwal kegiatan lembaga tahun 2026. Dengan keterlibatan seluruh pihak terkait, perencanaan yang dihasilkan diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2026 agar berjalan lebih baik, terarah, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Melalui Workshop Pra Rencana Operasional ini, BBPPMPV Seni dan Budaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perencanaan program dan anggaran guna mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi seni dan budaya secara berkelanjutan.(AR)

