15 Mei 2026, Jum

Perkuat Kompetensi, BBPPMPV Seni dan Budaya Latih Guru SMK Menjadi Desainer Iklan Berstandar Industri

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidik vokasi melalui penyelenggaraan Pelatihan Kredensial Mikro Guru SMK: Desainer Iklan Profesional Berbasis Industri Kreatif, sebuah program strategis yang menjadi bagian dari inisiatif nasional peningkatan kompetensi Guru SMK berbasis micro-credential. Pelatihan ini diselenggarakan pada 10 s.d. 19 November 2025 di BBPPMPV Seni dan Budaya yang diikuti oleh 25 guru dari kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV/Desain Grafis) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi guru ini sepenuhnya didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pelatihan Kredensial Mikro Guru SMK ini dilatarbelakangi oleh pentingnya profesionalisme guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan. Guru, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, dituntut untuk terus mengembangkan kompetensinya seiring berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan dunia kerja. Bagi guru SMK, tuntutan tersebut menjadi semakin penting karena mereka harus memastikan peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri dan dunia kerja (IDUKA), khususnya dalam sektor industri kreatif yang berkembang pesat.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (10/11/2025), Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M. menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru di bidang desain periklanan. “Guru SMK harus selalu berada selangkah lebih maju agar mampu mengantarkan peserta didik memasuki dunia kerja yang kompetitif. Industri kreatif tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga ketepatan teknologi dan pemahaman tren. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. “Kami ingin memastikan guru pulang membawa keterampilan baru, jejaring baru, dan semangat baru untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dinamika industri,” imbuhnya.

Pelatihan yang berlangsung selama 85 jam pelajaran ini dirancang secara komprehensif dengan melibatkan praktisi industri kreatif, widyaiswara profesional, serta kegiatan studi tiru ke dunia usaha dan dunia industri. Peserta juga mengikuti uji kompetensi sebagai bentuk pengakuan capaian pembelajaran. Melalui pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi industri, para guru dibekali kemampuan merancang dan memproduksi iklan kreatif yang komunikatif, efektif, dan selaras dengan kebutuhan pasar. Tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, pelatihan ini turut menumbuhkan mental kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi yang dapat ditransfer kepada peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek.

Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, guru SMK mampu menunjukkan peningkatan kompetensi dalam desain iklan, menguasai teknologi digital dan perangkat lunak desain terkini, serta memiliki kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian dan inovasi kepada siswa. Selain itu, peserta diharapkan dapat memperluas jejaring profesional dengan praktisi industri dan komunitas kreatif sehingga mampu mendukung pembaruan kompetensi secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Peserta juga akan menerima sertifikat micro-credential sebagai bukti pengakuan kompetensi profesional mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan meningkatnya kapasitas guru, pembelajaran kejuruan di sekolah diharapkan menjadi lebih kontekstual dan berbasis industri. Semangat kewirausahaan di lingkungan sekolah pun diyakini akan tumbuh lebih kuat, baik bagi guru maupun peserta didik. “Kami berharap para guru yang mengikuti pelatihan ini menjadi lokomotif perubahan di sekolah masing-masing. Ketika guru berkembang, maka peserta didik pun akan berkembang,” tutur Masrukhan Budiyanto menegaskan.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Kredensial Mikro Guru SMK: Desainer Iklan Profesional Berbasis Industri Kreatif ini, BBPPMPV Seni dan Budaya memperkuat perannya sebagai lembaga penggerak peningkatan mutu pendidik vokasi, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda Indonesia yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era industri kreatif yang terus berkembang. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *