17 Jul 2026, Jum

Pelatihan Pembelajaran Mendalam Dimulai, Kepala SMK DIY Ikuti Tahap IN-1 di BBPPMPV Seni dan Budaya

Penyelenggaraan pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya resmi dimulai pada Rabu (23/07/25). Pelatihan Pembelajaran Mendalam batch pertama diikuti oleh 88 kepala SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai 22 Juli s.d. 4 Oktober 2025. Pada kegiatan pembukaan pelatihan di Ruang Drupadi, BBPPMPV Seni dan Budaya, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK), Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dan Guru SMK di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam sesuai tugas dan fungsinya.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan, “Pembelajaran Mendalam ini adalah upaya kita dalam menjawab tantangan kompleks di dunia pendidikan untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan peserta didik untuk hidup di abad 21.”

Pembelajaran Mendalam merupakan strategi transformasi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga dimensi karakter, spiritualitas, dan keseimbangan emosi peserta didik. “PM dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui pendekatan holistik: olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga,” terang Sigit.

“Pelatihan PM ditujukan untuk kepala sekolah dan juga guru. Sekarang, kita mulai dengan kepala sekolah terlebih dahulu sambil menunggu seluruh sekolah menyelesaikan pembayaran pelatihan ini. Jika semua sekolah sudah maka nanti kita bisa mulai pelatihan PM untuk guru-gurunya,” jelas Widayati Indarsih, S.Si., M.Sc. selaku penanggung jawab penyelenggaraan Pelatihan PM.

Seperti yang tertera dalam juknis Keputusan Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, Dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor 13/B/Hk.03.01/2025 tentang Juknis Pelatihan PM bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas, pembiayaan pelatihan ini berasal dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) – BOS Kinerja/BOS Reguler/Sumber Pembiayaan Lainnya dari Sekolah – yang dikelola oleh UPT melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Biaya pelatihan PM sendiri memiliki 2 komponen, yaitu 1) Biaya PNBP Fungsional dan 2) Biaya di luar komponen PNBP Fungsional atas layanan PNBP.

Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV Seni dan Budaya, Dr. Wanto, S.T., M.Eng. yang hadir membuka kegiatan mewakili Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya menyampaikan, ”Mengapa memakai pembiayaan dari sekolah? Karena jika memakai anggaran dari balai, maka pelatihan ini tidak bisa masif dan sesuai dengan harapan (jumlah sasaran) yang ditentukan oleh Kementerian, yaitu kurang lebih 300.000 guru SMK.”

“Awalnya Pelatihan PM ini diharapkan bisa selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai. Akan tetapi, dikarenakan ada keterlambatan dalam koordinasi antar direktorat maka kami baru bisa memulai di akhir Juli ini,” lanjut Wanto.

Wanto juga mengungkapkan, “Manfaat dari kegiatan ini, kepala sekolah diharapkan dapat mengembangkan pola piker bertumbuh untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif. Selain itu juga kepala sekolah diharapkan dapat memimpin dalam beberapa komponen utama dalam PM demi mendukung delapan dimensi profil lulusan.”

Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala SMK DIY ini memiliki skema in service learning 1 (IN-1) – on the job training (ON) – in service learning 2 (IN-2). IN-1 dilaksanakan pada 23 s.d. 27 Juli 2025 di BBPPMPV Seni dan Budaya. Pada in service learning, seluruh kepala sekolah mengikuti pembelajaran baik itu teori dan praktik yang disampaikan oleh fasilitator PM. Fasilitator PM sendiri berasal dari Dinas Pendidikan dan juga Widyaiswara BBPPMPV Seni dan Budaya. Tahap IN-1 memuat berbagai aktivitas pembelajaran agar peserta memahami pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter sehingga dapat menerapkankannya di konteks yang sesungguhnya di sekolah dan/atau kelompok kerja.

Selepas IN-1,dilaksanakan tahap ON, dimana peserta melaksanakan Rencana Tindak Lanjut melalui kegiatan inkuiri kolaboratif di Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) selama 3 bulan untuk mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan peluang implementasi PM; merancang strategi dan program untuk meningkatkan pelaksanaan PM; menerapkan strategi yang telah dirancang dalam praktik nyata; dan mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Tahap terakhir, yaitu IN-2 akan diselenggarakan selama 4 hari pada 1 s.d. 4 Oktober 2024. Pada tahap ini, akan dilakukan pemeriksaan portofolio hasil dan presentasi hasil ON oleh seluruh peserta, refleksi pembelajaran, dan penyusunan RTL paska pelatihan. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *