Pelatihan Kredensial Mikro Guru SMK: Strategi Bisnis Produk Seni dan Industri Kreatif merupakan bagian dari Program Kredensial Mikro Guru SMK (KMG SMK) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi & PKPLK), Kemendikdsmen bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya pada 10 s.d. 17 November 2025 bertempat di lingkungan BBPPMPV Seni dan Budaya. Pelatihan ini diikuti oleh 28 guru kejuruan dan kewirausahaan dari bidang seni dan industri kreatif yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., dalam sambutannya pada Senin (10/11/2025) menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya menyiapkan guru SMK agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di satuan pendidikan. “Guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga agen perubahan yang dapat menumbuhkan semangat kemandirian dan kewirausahaan di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan merancang strategi bisnis kreatif merupakan kompetensi penting di era saat ini. “Industri kreatif memberikan peluang yang sangat besar. Guru harus mampu membaca peluang, memahami pasar, serta mengajarkan peserta didik cara mengembangkan produk seni yang bernilai dan berdaya saing,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari ini menghadirkan praktisi industri kreatif, pelaku usaha seni, dan widyaiswara berpengalaman. Peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi peluang usaha, merancang model bisnis, melakukan analisis pasar, menentukan strategi branding, hingga memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk kreatif. Selain materi kelas, kegiatan ini juga dilengkapi dengan studi tiru ke dunia usaha dan industri sebagai bentuk pembelajaran kontekstual, serta uji kompetensi sebagai pengakuan resmi peningkatan kemampuan peserta.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Cahya Yuana, S.Sos., M.Pd. menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membuka wawasan guru mengenai pentingnya aspek bisnis dalam produk seni. “Selama ini, banyak guru fokus pada proses berkarya, tetapi kurang melihat bagaimana karya itu dapat memiliki nilai ekonomi. Dalam pelatihan ini, kami ingin guru memahami strategi bisnis, pemetaan pasar, hingga cara membangun nilai jual produk seni,” jelas Cahya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan dekat dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. “Kami memastikan materi tidak berhenti pada teori. Guru kami ajak untuk menganalisis tren, membuat perencanaan bisnis sederhana, dan mempresentasikan strategi pemasaran yang realistis. Harapannya, mereka bisa langsung menerapkannya saat mendampingi siswa di sekolah,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu merancang model bisnis kreatif yang inovatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal di daerah masing-masing. Guru juga didorong untuk menghasilkan rencana bisnis atau proyek kewirausahaan yang dapat diimplementasikan di sekolah, sehingga menjadi model praktik baik sekaligus inspirasi bagi peserta didik untuk berani berkreasi dan berwirausaha. Pelatihan ini juga memperkuat jejaring profesional antara guru, pelaku industri kreatif, dan lembaga pendidikan, sehingga membuka peluang kerja sama, magang, produksi bersama, maupun pengembangan program kreatif di masa depan.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekosistem pendidikan vokasi. Guru SMK yang berpartisipasi diharapkan menjadi sosok visioner, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan pasar, sekaligus mampu mengintegrasikan strategi bisnis ke dalam pembelajaran berbasis proyek dan produk. “Ketika guru memiliki wawasan bisnis yang kuat, sekolah akan menjadi lingkungan yang subur bagi lahirnya talenta-talenta muda kreatif yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” tegas Masrukhan Budiyanto.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Kredensial Mikro Guru SMK: Strategi Bisnis Produk Seni dan Industri Kreatif ini, BBPPMPV Seni dan Budaya menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas guru sebagai penggerak ekonomi kreatif, serta mendorong terciptanya generasi muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam ekosistem industri kreatif nasional. (Nan)

