Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya kembali melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas guru vokasi melalui kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 4 Tahun 2025. Kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (16/10/2025), pukul 09.30 WIB bertempat di Auditorium Saraswati, BBPPMPV Seni dan Budaya. Acara dibuka dengan penampilan musik dari Tim Orchestra SMKN 8 Surakarta yang membawakan lagu “Simphony yang Indah”.
Dalam laporan pembukaannya, Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi BBPPMPV Seni dan Budaya dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang pendidikan vokasi seni dan budaya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan profesional guru vokasi di bidang seni dan budaya serta menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi dalam pembelajaran,” ujar Masrukhan.
Masrukhan juga menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Diksi PKPLK) dalam memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Hal ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mendorong guru untuk terus berinovasi di bidangnya masing-masing.
“Kami ingin memastikan guru vokasi mampu menjadi role model di sekolahnya, mampu membawa budaya kerja industri, serta menularkan semangat berkarya yang kreatif dan produktif kepada peserta didik,” tambahnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan PKPLK, Bapak Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., yang hadir untuk membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan arahan menegaskan pentingnya peran guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang pesat. “Guru dan kepala sekolah harus berpikir bahwa murid harus lebih baik dari kita. Tapi jangan sampai para guru tertinggal dengan kecanggihan para siswa.,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa saat ini sumber belajar sangat beragam dan didukung oleh teknologi yang semakin canggih, sehingga guru perlu terus memperbarui kemampuan dan metode pembelajarannya agar tetap relevan.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada pencarian pekerjaan, tetapi juga pada proses menemukan jati diri dan passion peserta didik. “Pendidikan saat ini bukan hanya untuk mencari kerja, tetapi untuk passion. Ini tergantung bagaimana kita mendorong saat pembelajaran agar peserta didik menemukan cara terbaik dan bagaimana berkolaborasi,” tutur Tatang. Ia menambahkan, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi siswa untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
Tatang juga menegaskan pentingnya upskilling dan reskilling keterampilan bagi seluruh guru vokasi, khususnya di bidang seni dan budaya. “Harapannya, semua guru SMK seni dan budaya memiliki pengalaman yang sama. Setidaknya dalam lima tahun, masing-masing guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Tatang turut menyampaikan bahwa terdapat 77 Proyek Strategis Nasional 2025–2029 yang akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama investasi. Dampak dari perkembangan ini akan dirasakan langsung oleh dunia pendidikan vokasi, termasuk SMK seni dan budaya. “Perubahan gaya hidup masyarakat di kawasan ekonomi khusus akan menciptakan kebutuhan baru terhadap hiburan dan karya seni. Ini adalah peluang besar bagi lulusan SMK seni dan budaya,” jelasnya.
Menutup arahannya, Tatang menyampaikan strategi pendidikan vokasi untuk 5 tahun ke depan. “Lima tahun terakhir kita telah membangun SMK Pusat Keunggulan, dan kini kita dorong SMK Berbasis Keunggulan Wilayah, yaitu SMK Tangguh, Daerah Tumbuh, serta memperkuat sinergi SMK dengan mitra. Kita ingin SMK berbasis kewilayahan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di daerahnya,” pungkasnya.
Program SMK Berbasis Keunggulan Wilayah menyasar SMK dengan potensi unggulan wilayah, mendorong siswa SMK untuk memiliki sertifikasi kompetensi, akses kerja, dan jiwa wirausaha, serta melibatkan mitra lokal seperti BUMDes, koperasi, UMKM, Pokdarwis, Poktan, dan lainnya dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi berbasis wilayah.
Program Upskilling dan Reskilling Gelombang 4 ini diikuti oleh 160 peserta dari berbagai kompetensi keahlian di bidang seni dan budaya. Ke-12 konsentrasi tersebut meliputi: Desain Komunikasi Visual (Konten Kreator dan Fotografi), Animasi (Animasi 3D Post Production), Seni Patung, Produksi dan Siaran Program Televisi, Produksi Film, Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Musik Populer, Seni Teater, Seni Musik Klasik, serta Desain dan Produksi Busana.
Selama kurang lebih satu bulan, mulai 11 Oktober hingga 8 November 2025, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran di BBPPMPV Seni dan Budaya dan di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI). Kegiatan ini mencakup materi umum, pokok, dan penunjang, termasuk praktik kejuruan, magang industri, uji kompetensi, gelar karya, serta refleksi dan rencana tindak lanjut pembelajaran.

Upskilling dan Reskilling Gelombang 4 ini menjadi langkah berkelanjutan dari BBPPMPV Seni dan Budaya dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya pada bidang seni dan budaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, memperkuat ekosistem pendidikan vokasi, serta menumbuhkan semangat berkarya dan berinovasi di bidang seni dan budaya. (Nan)

