11 Mei 2026, Sen

BBPPMPV Seni dan Budaya Siapkan MOOC untuk Perluas Jangkauan Pelatihan bagi Guru

Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus membawa perubahan signifikan pada cara pelatihan dan pembelajaran diberikan, khususnya melalui hadirnya Massive Open Online Course (MOOC) yang memungkinkan akses belajar yang lebih luas, fleksibel, dan terstruktur. Sejalan dengan perkembangan tersebut, BBPPMPV Seni dan Budaya menyelenggarakan Workshop Analisis dan Digitalisasi Konten Kredensial Mikro dan MOOC pada 9 s.d. 12 Desember 2025 yang bertempat di Ruang Kresna. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari workshop sebelumnya mengenai analisis antarmuka dan alur pembelajaran berbasis micro-credential MOOC, kini dengan fokus pada penguatan konten serta digitalisasi materi pelatihan.

Pengembangan MOOC dan kredensial mikro menjadi kebutuhan strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pelatihan di bidang seni dan industri kreatif. Teknologi pembelajaran yang semakin berkembang menuntut adanya konten yang tersusun secara sistematis, relevan, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi peserta. Untuk itu, workshop ini diarahkan untuk menyusun analisis kebutuhan konten, membekali tim pengembang dalam proses digitalisasi, serta memulai rancangan proyek percontohan MOOC yang akan menjadi dasar pengembangan program pelatihan digital BBPPMPV Seni dan Budaya pada tahun-tahun mendatang.

Kegiatan workshop melibatkan berbagai unsur fungsional, yaitu 18 narasumber, 4 widyaiswara, 6 pengembang teknologi pembelajaran, 1 widyaprada, dan 11 anggota Tim LMS. Seluruh peserta workshop dibagi menjadi dua tim utama, yaitu Tim Materi Umum dan Tim Materi Substansi. Tim Materi Umum bertugas membangun fondasi pengalaman belajar, mulai dari struktur, navigasi, hingga administrasi umum MOOC agar proses pembelajaran berjalan lancar dan terpandu. Sementara itu, Tim Materi Substansi berfokus pada pengembangan konten kejuruan yang mendalam dan spesifik di bidang seni dan budaya, memastikan materi yang dihasilkan tidak hanya akurat, tetapi juga menarik serta selaras dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi, Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd. menegaskan pentingnya pengembangan MOOC sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat pelatihan. “MOOC yang sedang kami kembangkan ini merupakan langkah awal untuk memberikan dampak yang lebih besar. Melalui platform ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak guru agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi tanpa hambatan biaya maupun lokasi,” ujarnya. Pelatihan menggunakan MOOC dirancang tanpa memungut biaya dari peserta, sehingga aksesibilitas menjadi salah satu keunggulan utama program ini.

Senada dengan itu, Drs. Rahayu Windarto, M.M., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya, menjelaskan bahwa implementasi perdana MOOC akan dilakukan secara bertahap. “Pada tahap awal, MOOC akan dicobakan untuk dua konsentrasi keahlian, yaitu Desain Komunikasi Visual dan Tata Busana. Pelatihan perdana ditargetkan dapat diselenggarakan pada trimester pertama tahun 2026,” ungkapnya. Menurutnya, proses digitalisasi yang dilakukan dalam workshop ini merupakan pondasi penting untuk memastikan konten yang dihasilkan memenuhi standar pembelajaran digital.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta workshop diharapkan dapat menghasilkan sejumlah keluaran awal, meliputi naskah analisis kebutuhan dan peta konten, draf minimal satu modul kredensial mikro, prototipe konten digital seperti video mini dan materi interaktif, serta dokumen rencana tindak lanjut untuk pengembangan MOOC. Seluruh hasil tersebut akan menjadi dasar strategis dalam membangun program pelatihan yang adaptif, relevan, dan mampu mendukung peningkatan kompetensi pendidik serta tenaga kependidikan di bidang seni dan budaya.

Dengan terselenggaranya workshop ini, BBPPMPV Seni dan Budaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pelatihan berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan MOOC dan kredensial mikro diharapkan dapat memperluas jangkauan peserta, meningkatkan kualitas pelatihan, serta memperkuat posisi lembaga sebagai pusat unggulan dalam pendidikan seni dan budaya berbasis digital di Indonesia. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *