17 Jul 2026, Jum

2 Skema Diklat Baru Sukses Hadirkan Pengalaman Industri dan Praktik Baik bagi Guru

BBPPMPV Seni dan Budaya kembali menuntaskan pelaksanaan program Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Tahun 2026 melalui dua skema pelatihan baru yang diluncurkan tahun ini, yakni Pola Daring–Magang dan Pola Luring–Studi Tiru. Program Upskilling dan Reskilling Pola Daring–Magang dilaksanakan pada 9 s.d. 25 April 2026 dan diikuti oleh 85 guru SMK dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan kompetensi profesional guru melalui pembelajaran daring yang dipadukan dengan pengalaman magang langsung di dunia usaha dan dunia industri. Melalui program ini, peserta dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini, sekaligus memperoleh pengalaman kerja nyata untuk memperkuat proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi penguatan link and match antara SMK dengan dunia industri.

Empat konsentrasi keahlian dibuka pada pelaksanaan kali ini, yaitu DKV (Mendesain Isi dan Cover Buku), Teknik Grafika (Produksi Majalah), Produksi dan Siaran Program Televisi (Produksi Features), serta Produksi Film (Produksi Film Pendek). Sementara itu, konsentrasi keahlian Animasi yang sebelumnya direncanakan dibuka belum dapat diselenggarakan karena jumlah peserta yang lolos seleksi belum memenuhi kuota minimal. Dalam pelaksanaan magang industri, peserta ditempatkan pada sejumlah mitra industri di antaranya PT Intan Pariwara Klaten untuk konsentrasi DKV, PT Gramasurya Yogyakarta untuk Teknik Grafika, PT Jawa Pos Media Televisi (JTV) Surabaya untuk Produksi dan Siaran Program Televisi, serta Jogja Film Academy (JFA) untuk Produksi Film.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi (FPK), Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. “Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata terkait budaya kerja industri yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan daring yang dipadukan dengan magang industri memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi peserta. “Guru perlu memahami bagaimana praktik di dunia industri berkembang saat ini, sehingga pembelajaran yang diberikan kepada siswa menjadi lebih relevan dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Selain pola daring–magang, BBPPMPV Seni dan Budaya juga menyelenggarakan Upskilling dan Reskilling Pola Luring–Studi Tiru yang berlangsung pada 4 s.d. 9 Mei 2026 dan diikuti oleh 198 peserta. Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kompetensi pedagogik dan profesional guru melalui pendekatan pembelajaran terkini, kolaboratif, dan berbasis praktik baik.

Sebanyak 10 paket pelatihan diselenggarakan dalam program ini, meliputi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Pembelajaran, Strategi TKA Bahasa Inggris untuk SMK, Teaching Factory bagi Guru SMK Bidang Seni dan Ekonomi Kreatif, PJBL Berbasis STEAM, Informatika Jaringan Komputer, Kewirausahaan Kreatif Berbasis Digital di SMK, hingga Strategi Bisnis Produk Seni dan Industri Kreatif. Melalui pola studi tiru, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari praktik terbaik pembelajaran maupun pengelolaan pendidikan dari sekolah dan industri mitra. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, kreatif, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan kedua program ini merupakan bagian dari komitmen BBPPMPV Seni dan Budaya dalam menghadirkan pengembangan kompetensi guru yang relevan dengan tantangan masa kini. “Dunia pendidikan vokasi harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan industri dan teknologi. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensinya sesuai kebutuhannya agar dapat menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berdampak bagi peserta didik,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mempersiapkan masa depan siswa. “Guru vokasi memiliki peran strategis dalam membimbing siswa agar memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh guru selama pelatihan ini dapat diteruskan kepada siswa, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *