10 Apr 2026, Jum

168 Guru SMK Semangat Ikuti Upskilling dan Reskilling – Pola Blended–Magang Gelombang 1

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya menyelenggarakan Pembukaan kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang (Konvensional) Gelombang 1 pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Saraswati, BBPPMPV Seni dan Budaya, dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi, khususnya guru SMK.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pendidikan kejuruan dalam mempersiapkan peserta didik agar siap bekerja di bidang tertentu, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan mampu bersaing di dunia kerja.

Di tengah dinamika era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA), pendidikan vokasi dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi seperti robotik, kecerdasan artifisial, hingga otomasi yang mengubah pola pekerjaan. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kompetensi yang berkelanjutan agar lulusan mampu menjawab kebutuhan industri.

Sejalan dengan hal tersebut, BBPPMPV Seni dan Budaya sebagai unit pelaksana teknis memiliki peran dalam pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi, termasuk fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung revitalisasi pendidikan vokasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi, Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas guru vokasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menegaskan, “Pendidikan vokasi perlu terus bertransformasi agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Salah satu kuncinya adalah peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran di SMK.”

Ia juga menambahkan, “Melalui program ini, peserta diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi profesional, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang budaya kerja industri yang terus berkembang.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa pada tahun ini balai terus melakukan pengembangan dalam penyelenggaraan pelatihan. “Tahun ini kami mengembangkan berbagai pola diklat baru agar dapat menjangkau dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan target capaian pelatihan tahun ini yang berjumlah 1.302 peserta.

Dalam sambutannya, Masrukhan turut menyapa dan memberikan motivasi kepada seluruh peserta. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta dapat diikuti dengan penuh kesungguhan dari awal hingga akhir,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya tahapan magang industri dalam kegiatan ini. “Kami berharap pada saat magang nanti, Bapak/Ibu dapat benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk belajar langsung dari dunia usaha dan dunia industri, melihat praktik baik, serta menyerap kompetensi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 168 peserta yang berasal dari berbagai bidang keahlian seni dan budaya, antara lain Seni Lukis, Desain Komunikasi Visual (DKV), Animasi, Kriya (kayu, logam, tekstil, dan kulit), Seni Tari, Seni Musik Klasik, hingga Produksi dan Siaran Program Radio, Televisi, serta Produksi Film.

Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi profesional guru vokasi, pemberian wawasan budaya kerja industri, pelaksanaan uji kompetensi keahlian baik di industri maupun melalui LSP P2 BBPPMPV Seni dan Budaya, serta menghasilkan produk atau karya sesuai bidang keahlian masing-masing peserta.

Program ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 1 hingga 29 April 2026, dengan skema pembelajaran blended learning. Tahapan kegiatan meliputi pembelajaran daring pada 1–6 April 2026, dilanjutkan tatap muka di balai pada 8–19 April 2026, kemudian magang industri pada 20–27 April 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti gelar karya pada 28 April 2026, sebelum penutupan kegiatan pada 29 April 2026.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru vokasi mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya secara berkelanjutan, serta mampu mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman industri ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *