17 Feb 2026, Sel

Puncaknya, Gelar Karya Tampilkan Karya Kreatif Guru SMK Peserta Upskilling dan Reskilling Gelombang 2

Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 2 yang diselenggarakan mulai 1 Agustus 2025 mencapai puncaknya pada Kamis (28/08/25) dengan disajikannya Gelar Karya. Gelar Karya sendiri merupakan rangkaian kegiatan pameran dan pertunjukan yang merupakan satu kesatuan dari kegiatan upskilling dan reskilling. Kegiatan ini dilangsungkan di Auditorium Saraswati dan Gedung Pameran mulai pukul 08.45 s.d. 16.30 WIB. Di akhir Gelar Karya, dilakukan penutupan secara resmi kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 2

“Selain sebagai sarana apresiasi, Gelar Karya ini juga merupakan ruang untuk memamerkan dan mementaskan hasil karya selama pelatihan dan magang di DUDI yang telah diikuti oleh peserta, dan juga sebagai ruang belajar bagi peserta,” terang Sigit Purnomo S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi yang merupakan penanggung jawab kegiatan.

“Melalui kegiatan tersebut, keterampilan serta pengetahuan peserta dalam presentasi karya akan semakin berkembang,” tambahnya.

Karya yang dihasilkan oleh peserta yang dipamerkan pada Gelar Karya ini meliputi, karya lukisan cat akrilik oleh Kompetensi Keahlian Seni Lukis; portofolio konsep desain iklan, desain template Instagram, iklan komersial, dan iklan non komersial oleh DKV Videografi Periklanan; kaos, X banner, poster, pin, mug, dll. oleh DKV Teknik Grafika; portofolio visual development oleh Animasi; cabinet, rak sepatu, cermin, meja, dll. oleh Kriya Kayu; kain batik pewarnaan sintetis dan kombinasi cap dengan pewarnaan sintetis oleh Kriya Batik dan Tekstil. Karya-karya tersebut dipamerkan di Gedung Pameran dan juga lobby Auditorium Saraswati Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya.

Sementara itu, untuk hasil karya video company profile BBPPMPV Seni dan Budaya oleh Kompetensi Keahlian Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT), film fiksi oleh Produksi Film, tari kelompok oleh Seni Tari, serta karya cover lagu dan video cover lagu ditayangkan dan dipentaskan di dalam Auditorium Saraswati.

Wanto, S.T., M.Eng., Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV Seni dan Budaya menyampaikan, ”Gelar Karya ini menampilkan project based learning (PJBL) dari apa yang sudah dipelajari dan didesain oleh bapak/ibu guru dan didukung oleh narasumber serta bapak/ibu semuanya. PJBL ini diharapkan sinkron dengan apa yang menjadi kebijakan pemerintah saat ini, yaitu Pembelajaran Mendalam, baik dari sisi prinsip maupun pengalaman belajar.”

“Kami harap bapak/ibu guru di sini datang dengan berkesadaran, melakukan pembelajaran yang bermakna, dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan gembira sehingga besok apa yang sudah dipelajari bisa dibawa ke sekolah untuk diajarkan/diaplikasikan ke anak-anak didiknya,” tuturnya.

Terkait keterbatasan pelaksanaan kegiatan upskilling dan reskilling, Wanto menyinggung adanya keterbatasan dalam perekrutan peserta, khususnya pemerataan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi anggaran yang terblokir sebanyak 50% sehingga untuk gelombang 1 dan 2 kegiatan upskilling dan reskilling dimana BBPPMPV Seni dan Budaya menanggung pembiayaan secara penuh, dilakukan upaya meminimalisir pembiayaan transportasi peserta. Akibatnya, peserta yang ditunjuk untuk mengikuti upskilling dan reskilling hanya berasal dari Pulau Jawa.

Sebagai solusi terhadap keterbatasan ini, ia mengutarakan, “Kami sudah berusaha melebarkan sasaran peserta dengan cara sharing pembiayaan transportasi untuk upskilling dan reskilling gelombang selanjutnya. Ini supaya pelatihan bisa lebih merata.”

Selesai Gelar Karya, acara dilanjutkan dengan penutupan kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 2 yang dilaksanakan di Auditorium Saraswati. Pada penutupan tersebut, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya mengapreasiasi karya-karya luar biasa para peserta yang dipamerkan dan ditampilkan di Gelar Karya. “Dengan adanya Gelar Karya ini, kita bisa melihat hasil dari upskilling dan reskilling bapak dan ibu guru semua. Kita bisa melihat adanya peningkatan kompetensi dan penambahan kompetensi dari karya-karya yang dilahirkan oleh bapak/ibu,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa di masa sekarang ini, selain memiliki kompetensi seni, contoh: menari, anak-anak juga perlu diajarkan bagaimana dapat memadukan seni tari tersebut dengan perkembangan teknologi, seperti penggunaan media sosial sebagai wadah menunjukkan karya kepada khalayak umum. “Dari gelar karya ini juga kita menyadari bahwa kolaborasi antar bidang sangat diperlukan untuk bisa menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif. Ini menurut saya bisa menjadi salah satu faktor yang bisa mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK di Indonesia,” tandasnya sebelum secara resmi menutup Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Gelombang 2. (Nan)

By Vesca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *