17 Feb 2026, Sel

PELATIHAN PM DAN KKA : Proses Panjang Menuju Peningkatan Kualitas Pembelajaran

PELAKSANAAN Program Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan oleh BBPPMPV Seni dan Budaya sepanjang tahun 2025 menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di D.I. Yogykarta dan Propinsi Jawa Tengah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dan dilaksanakan dengan berlandaskan Norma, Prosedur, dan Kriteria (NPK) yang ditetapkan oleh Dirjend GTKPG, guna memastikan program berjalan terarah, terukur, dan berkualitas.

Proses persiapan program diawali melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) pada 29 Mei 2025, dan diikuti oleh semua Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) dan 7 Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV). Forum ini menjadi titik awal sinkronisasi kebijakan sekaligus penguatan koordinasi antara pemangku kepentingan. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan koordinasi intensif bersama BBGTK DIY dan BBGTK Jawa Tengah, khususnya terkait penetapan sasaran pelatihan PM dan KKA serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pelaksanaan Program Pembelajaran Mendalam secara teknis mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nomor 13/B/HK.03.01/2025 tentang Petunjuk Teknis Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Regulasi ini menjadi rujukan utama dalam penetapan sasaran peserta, mekanisme pelatihan, serta standar mutu penyelenggaraan di seluruh wilayah pelaksanaan.

Rakor lanjutan yang berlangsung pada 3–5 Juni 2025 semakin memperkuat sinkronisasi program di tingkat pusat dan daerah. Meski demikian, dinamika lapangan turut mewarnai pelaksanaan, terutama setelah terbitnya Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada 7 Juni 2025 terkait rotasi Kepala SMK. Kebijakan tersebut berdampak pada penyesuaian data peserta dari unsur kepala sekolah, yang harus direspons secara adaptif oleh penyelenggara.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, pada 16–22 Juni 2025 sebanyak 12 Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dikirim untuk mengikuti bimbingan teknis PM di Hotel Novotel Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menjadi tahapan penting dalam proses penyiapan calon fasilitator PM dari daerah.

ToT Fasil PM KS di Hotel Pose In Surakarta

Sinergi kelembagaan juga terus diperkuat melalui audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada 30 Juni 2025. Selanjutnya, pada periode 29 Juni hingga 4 Juli 2025, delapan narasumber PM dari balai terlibat langsung sebagai pengajar dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) calon fasilitator PM Guru di Hotel Syariah Surakarta. Selain itu, dua narasumber lainnya mengampu ToT calon fasilitator PM Kepala Sekolah di Hotel Syariah Surakarta. Seluruh kegiatan ToT ini diselenggarakan oleh BBGTK Jawa Tengah sebagai bagian dari strategi perluasan dampak program.

Pelaksanaan PM juga terintegrasi dengan kebijakan pelatihan lain, termasuk Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang berpedoman pada Keputusan Dirjen GTKPG Nomor 5/B/HK.03.01/2025. Dukungan pendanaan program diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Penggunaan Dana BOP PAUD Kinerja, BOS Kinerja, dan BOP Pendidikan Kesetaraan Kinerja Tahun Anggaran 2025. Keterlambatan terbitnya Surat Edaran (SE) menjadi salah satu faktor yang menyebabkan SMK sasaran pelatihan PM dan KKA terlambat menyetorkan dana pelatihan kepada balai sebagai penyelenggara kegiatan. Berdasarkan dana pelatihan yang telah masuk, balai kemudian melanjutkan ke tahap pengelasan peserta pelatihan.

Pelaksanaan PM KKA di SMK N 2 Blora

Untuk pelatihan KKA yang menjadi kewenangan balai, hanya dibuka satu kelas yang berlokasi di SMKN 2 Blora dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang, yang berasal dari guru SMA dan SMK di Kabupaten Blora. Sementara itu, pelatihan PM diselenggarakan dalam jumlah kelas yang lebih banyak karena mencakup wilayah D.I. Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah, dengan sasaran peserta kepala sekolah dan guru SMK.

Setelah data pengelasan peserta tersusun, balai selanjutnya menetapkan jadwal pelaksanaan kegiatan serta melakukan plotting sumber daya manusia, baik fasilitator maupun panitia kegiatan. Tahapan berikutnya adalah penyelesaian administrasi persuratan. Rangkaian persiapan ini ditutup dengan koordinasi intensif antara pihak penyelenggara dan para pemangku kepentingan guna memantapkan kesiapan pelaksanaan pelatihan di masing-masing lokus.

Capaian Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM)

Setelah mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM), guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh dan keterampilan yang lebih kuat dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga untuk mewujudkan 8 dimensi profil lulusan. Pendekatan pembelajaran ini mendorong guru untuk menerapkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran. 

Capaian Pelatihan PM dirancang untuk memperkuat kapasitas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah agar mampu mengimplementasikan PM secara utuh, reflektif, dan berkelanjutan di satuan pendidikan. Uraian capaian berikut disusun sesuai peran masing-masing.

Capaian PM bagi Guru

Guru diharapkan mampu memahami konsep PM dan keterkaitannya dengan kerangka pembelajaran, prinsip, serta pengalaman belajar. Selain itu, guru mampu menganalisis penerapan PM melalui video pembelajaran dan modul ajar, merancang asesmen yang selaras dengan prinsip PM, menyusun rencana pembelajaran berbasis PM, serta mengimplementasikannya di kelas disertai refleksi praktik pembelajaran. Guru juga didorong untuk merancang dan melaksanakan inkuiri kolaboratif bersama rekan sejawat dalam kelompok belajar pelatihan.

Capaian PM bagi Kepala Sekolah

Kepala sekolah diharapkan mampu menerapkan pola pikir bertumbuh dalam kepemimpinan dan pengelolaan satuan pendidikan. Kepala sekolah juga mampu menyelaraskan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan pendekatan PM, serta mengembangkan kepemimpinan pedagogis yang mendukung pembelajaran mendalam. Hal ini mencakup penguatan kemitraan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, pemanfaatan teknologi digital, serta pelaksanaan inkuiri kolaboratif sebagai bagian dari program kepemimpinan sekolah.

Sebagai gambaran capaian pelaksanaan program, rekapitulasi berikut menunjukkan sasaran dan realisasi pelatihan PM dan KKA di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Data ini memperlihatkan tingkat keterjangkauan program serta efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Tabel capaian sasaran peserta Pelatihan PM dan KKA untuk SMK di D.I. Yogykarta dan Propinsi Jawa Tengah

Program PelatihanSasaran SMKSMK TercapaiSasaran PesertaPeserta TercapaiPersentase Ketercapaian
Pelatihan KKA3333100%
Pelatihan PM DIY8888264264100%
Pelatihan PM Jawa Tengah7277022.9082.80896,56%
Pelatihan PM DIY & Jawa Tengah8157903.2603.15196,65%

Grafik perbandingan sasaran dan realisasi peserta menunjukkan bahwa Pelatihan PM dan KKA tahun 2025 berhasil menjangkau hampir seluruh target peserta. Pelatihan KKA dan PM DIY mencapai ketercapaian 100%, sementara Pelatihan PM Jawa Tengah serta gabungan DIY dan Jawa Tengah mencatat capaian di atas 96%. Capaian ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan program meskipun waktu perencanaan kegiatan terbatas, dilaksanakan dalam skala besar, dan menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Ketercapaian sasaran peserta Pelatihan PM di Provinsi Jawa Tengah yang belum mencapai 100% disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Pengunduran diri SMK sasaran pelatihan PM, yang disebabkan oleh kondisi sekolah yang tidak memungkinkan, antara lain:
    • keterbatasan jumlah guru;
    • keterbatasan dana BOS akibat jumlah peserta didik yang sangat sedikit.
  2. Sebagian sekolah telah mengikuti pelatihan sejenis, yang diselenggarakan oleh yayasan yang menaungi sekolah tersebut.
  3. Keterlambatan terbitnya Surat Edaran (SE) tentang penggunaan dana BOS, sehingga sekolah telah mengalokasikan anggaran BOS untuk kegiatan lain.

Pelaporan, Evaluasi, dan Refleksi Program

Tahapan akhir pelaksanaan Program PM dan KKA tahun 2025 difokuskan pada kegiatan pelaporan dan evaluasi. Pada 5–9 Desember 2025, diselenggarakan workshop penyusunan laporan Pelatihan PM yang mencakup 118 kelas, serta laporan Pelatihan KKA untuk satu kelas. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Workshop Evaluasi dan Laporan Pelaksanaan PM dan KKA pada 11–13 Desember 2025 di Grand Rohan, Banguntapan, Bantul. Workshop tersebut melibatkan dinas pendidikan, balai dan cabang dinas, koordinator pengawas, serta kepala sekolah lokus, meskipun sebagian kepala sekolah telah berpindah tugas. 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 28–30 Desember 2025 dilaksanakan workshop evaluasi dan laporan Pelaksanaan Pelatihan PM dan KKA bagi fasilitator dan panitia di Rich Jogja Hotel Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama sekaligus forum penyusunan rekomendasi strategis untuk pelaksanaan program di masa mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh fasilitator PM KS dan PM Guru, dan unsur panitia dari semua lokus.

Workshop Evaluasi PM dan KKA di The Rich Hotel Yogyakarta

Evaluasi pelaksanaan PM dan KKA sepanjang 2025 menunjukkan bahwa program ini telah dirancang dengan target kompetensi yang progresif dan relevan. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan durasi pelatihan, kesiapan teknis, koordinasi lintas pihak, serta keterbatasan waktu dan anggaran. Berbagai penyesuaian yang dilakukan selama pelaksanaan mencerminkan komitmen dan daya adaptif balai sebagai penyelenggara, fasilitator serta panitia dalam menjaga keberlangsungan program.

Pernyataan Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya

Workshop evaluasi dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pelatihan.

“Workshop ini menjadi forum strategis untuk melihat progres pencapaian Pelatihan Pembelajaran Mendalam sekaligus melakukan evaluasi bersama sebagai dasar perbaikan pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Masrukhan menekankan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial tidak boleh berhenti pada tataran pelatihan semata.

“PM dan KKA harus benar-benar diterjemahkan dalam praktik pembelajaran di sekolah. Tujuan akhirnya adalah perubahan nyata di ruang kelas dan peningkatan kualitas pengalaman belajar peserta didik,” tegasnya.

Melalui hasil evaluasi ini, BBPPMPV Seni dan Budaya menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan desain, tata kelola, serta tindak lanjut pelaksanaan PM dan KKA. Evaluasi diharapkan menjadi pijakan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan, dan memastikan bahwa pelatihan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan SMK menghadapi tantangan masa depan.(AR)

By Arepa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *