Yogyakarta, 2 Agustus 2025 — Auditorium SMKN 2 Kasihan, Bantul, Yogyakarta menjadi saksi perhelatan konser bertajuk Bridge of Sound: Mozart Meets the Archipelago, yang menampilkan musisi internasional asal Italia, Alberto Firrincieli, bersama para siswa-siswi SMKN 2 Kasihan dan musisi dari International Institute of Collaboration (IIC). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian workshop musik klasik yang telah dilaksanakan selama sepekan di lingkungan SMKN 2 Kasihan.
Konser ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA) DIY, Drs. Suhirman, M.Pd, Kepala Bidang SMK Dinas DIKPORA, Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, serta perwakilan dari International Institute of Collaboration (IIC) dan Lembaga Indonesia-Prancis. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan pendidikan seni di DIY dan kerja sama internasional yang sedang dibangun.
Dalam sambutannya, Drs. Suhirman, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya konser ini, yang menurutnya merupakan langkah maju dalam memperkuat daya saing SMK seni di tingkat nasional dan internasional.
“Konser ini adalah hasil dari kerja sama yang sudah berlangsung kedua kalinya. SMKN 2 Kasihan telah menunjukkan kompetensinya dalam mengisi berbagai ajang, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional. Kami berharap ke depan bisa menembus panggung internasional. Bahkan, Bapak Menteri telah meminta agar siswa-siswi tampil dalam event-event nasional. Ini adalah kebanggaan tersendiri, dan merupakan ciri khas Yogyakarta,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Kasihan dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya IIC dan para tamu undangan. Ia menyebut konser ini sangat spesial karena menjadi wadah kolaborasi lintas budaya yang memberikan pengalaman artistik dan peningkatan keterampilan langsung bagi siswa-siswinya.
“Melalui kolaborasi ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga, khususnya dalam memahami dan memainkan musik klasik secara langsung bersama musisi native. Ini sangat berdampak terhadap peningkatan skill dan wawasan mereka dalam dunia musik profesional,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen SMKN 2 Kasihan untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi kebudayaan dan kedutaan besar dari Jepang, Australia, hingga Italia yang turut menyambut baik dan memberikan dukungan. Hal ini menjadi bentuk konkret dari upaya internasionalisasi pendidikan vokasi seni di Indonesia.

Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M. turut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif sekolah binaannya tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan seperti ini mampu memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kompetensi siswa secara signifikan.
“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi konser ini. Ini bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga sarana self-promotion bagi siswa untuk dikenal oleh dunia industri musik. Indonesia sangat kaya akan seni dan budaya. Agar mampu bersaing secara global, kita harus mendorong internasionalisasi budaya melalui peningkatan kompetensi lulusan SMK,” katanya.
Konser Bridge of Sound: Mozart Meets the Archipelago menghadirkan kolaborasi yang unik antara komposisi klasik karya Mozart dengan sentuhan musik etnik Nusantara. Alberto Firrincieli, sebagai bintang utama, menyampaikan kekagumannya terhadap bakat dan semangat para siswa.
“Saya sangat terinspirasi oleh kekayaan budaya Indonesia dan kemampuan luar biasa siswa-siswi SMK di sini. Kolaborasi ini adalah jembatan budaya yang kuat,” tuturnya.
Antusiasme juga datang dari para orang tua siswa yang mendukung penuh keterlibatan anak-anak mereka dalam program ini. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan kolaborasi internasional dan pencapaian hasil maksimal dari proses pembelajaran yang dijalankan.
Konser ini menjadi bukti bahwa SMKN 2 Kasihan siap melangkah lebih jauh dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap bersaing di industri musik, baik di tingkat nasional maupun internasional (Arepa).

